Minggu, 13 Agustus 2017

Pertanian



GAPOKTAN : ORGANISASI YANG MEMBANGUN PERTANIAN DESA JENANGGER

Kelompok Tani merupakan kumpulan dari para petani desa yang memiliki tujuan yang sama. Namun, petani di desa Jenangger ada yang tidak bergabung dengan Kelompok Tani ini karena kurangnya pemahaman para petani akan lembaga yang menaungi para petani. Salah satu masalah pertanian di desa Jenangger adalah sistem pertanian yang masih menggunakan sistem pertanian secara tradisional dari sistem pengairan hingga pengolahan tanah. Pada musim kemarau tiba, para petani desa kesulitan untuk mendapatkan air sehingga menghambat petani untuk bercocok tanam, sedangkan saat musim penghujan para petani memanfaatkan air hujan untuk lahan pertanian mereka. Jumlah petani yang bergabung dalam kelompok tani ±300 petani dari seluruh desa Jenangger yang terbagi dalam 9 kelompok tani di 6 dusun. Nama-nama kelompok tani tersebut adalah :


·       Dusun Birampak
1. Kelompok Tani Rampak Naong
2. Kelompok Tani Adhep Asor
·       Dusun Jenang
3.   Kelompok Tani Barokah
·       Dusun Nyabungan
4.   Kelompok Tani Makmur Jaya
5.   Kelompok Tani Setia Kawan
·       Dusun Kalompang
6.   Kelompok Tani Sumber Sari
7.   Kelompok Tani Kalompang Jaya
·       Dusun Paoto’an
8.   Kelompok Tani Dinas Sejahtera
·       Dusun Gunung Pekol
9.   Kelompok Tani Gunung Pekol



Diantara kelompok tani tersebut terdapat kelompok tani yang sudah berdiri sejak 20 tahun yang lalu yaitu Kelompok Tani Makmur Jaya di dusun Nyabungan. Namun ada pula kelompok tani yang tergolong masih muda. Kelompok tani ini didirikan pada tahun 2008 yaitu Kelompok Tani Rampak Naong dari dusun Birampak.
Selain memiliki kelompok tani ditiap dusun, desa Jenangger juga memiliki kelompok tani desa yang menaungi kelompok tani tiap dusun. Kelompok Tani desa bernama Gapoktan Tunas Buana Jenangger. Kelompok Tani desa sudah berdiri sejak tahun 2002 dan setiap periode terdapat pergantian pengurus harian (PH). Sesuai dengan kesepakatan anggota Kelompok Tani Gapoktan Tunas Buana Jenangger bahwa 1 periode kepengurusan kelompok tani berlaku selama 5 tahun. Sedangkan untuk pertemuan rutin Kelompok Tani Gapoktan diadakan satu bulan satu kali.
 
Kelompok Tani di desa Jenangger ini merupakan wadah bagi petani untuk menyalurkan aspirasi mereka mengenai permasalahan pertanian, memudahkan dalam penyaluran pupuk bersubsidi dari pemerintah serta bertukar pendapatan mengenai sistem cocok tanam yang tepat untuk lahan mereka sehingga para petani dapat meningkat kesejahteraannya.
Kelompok Tani Desa Jenangger

By : Nayla Hajar Aisyah
Fakultas Teknik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar