Minggu, 13 Agustus 2017

Sosial Dan Budaya


BUDAYA JHEREN MANTEN YANG MASIH HIDUP DITENGAH MASYARAKAT JENANGGER

T
erdapat satu budaya unik yang terdapat di Desa Jenangger, Kecamatan Batang-batang, Kabupaten Sumenep yaitu budaya jheren manten. Jika di desa lain dikenal dengan jheren serek ataupun jheren kencak, berbeda dengan budaya yang ada di Desa Jenangger dan sekitarnya yang lebih dikenal dengan jheren manten. Disebut jheren manten karena kuda tersebut dihias dan ditunggangi oleh penganten.

Jheren manten berasal dari dua kata yakni jheren yang dalam bahasa madura adalah kuda dan manten adalah pengantin. Jadi jheren manten  yaitu kuda yang dihias seperti pengantin dan yang menunggangi kudapun adalah seorang pengantin. Kuda dan pengantin ini diarak mengelilingi kampung sekaligus diringi dengan musik saronen dan diakhiri dengan atraksi kuda yang luar biasa. Saronen merupakan musik rakyat yang berkembang ditengah-tengah masyarakat Madura. Biasanya kuda beratraksi seperti gaya menyembah sesuai dengan perintah pawang kuda. Ketika kuda beratraksi maka sang pawang dan pengantin yang menunggangi kuda akan disawer oleh tuan rumah dan para warga.